BUMDes Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, sukses mengembangkan unit usaha berbasis daur ulang ban bekas menjadi aneka kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Produk yang dihasilkan meliputi pot bunga, kursi taman, tempat sampah, dan berbagai dekorasi berbahan dasar ban bekas. Proses produksinya dilakukan oleh warga lokal yang telah mendapatkan pelatihan keterampilan dari BUMDes. Dengan pendekatan pemberdayaan, BUMDes Gayaman mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Direktur BUMDes Gayaman menyampaikan bahwa ide usaha ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya ban bekas yang tidak terpakai dan mencemari lingkungan. “Kami melihat potensi besar dari limbah ini. Dengan sedikit kreativitas dan pelatihan, ban bekas bisa disulap jadi produk yang diminati pasar,” ujarnya.
Pemasaran produk dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial. Beberapa produk bahkan telah menarik perhatian pembeli dari luar daerah. Selain itu, BUMDes juga menjalin kerja sama dengan sekolah dan komunitas lingkungan untuk memperluas jangkauan edukasi dan promosi.
Keberhasilan BUMDes Gayaman ini menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa mengelola potensi lokal dan limbah menjadi sumber ekonomi baru. Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, usaha daur ulang ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.
Sumber: Kabar Mojokerto – BUMDes Gayaman Sukses Kelola Bisnis Daur Ulang Ban Bekas


Posting Komentar untuk "BUMDes Gayaman Mojokerto Olah Ban Bekas Jadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomi"