Syukuran tutup tandur merupakan tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Tradisi ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur para petani atas hasil panen yang telah mereka peroleh.
SELAIN sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpetani dan masyarakat desa. Berlangsung di Gubug Seng Purwo Puji Santoso RT 04, RW 02, Dusun Kedungmaling I, Kamis (12/2) lalu, Kelompok Tani Surya Sari Desa Kedungmaling melaksanakan syukuran tutup tandur.
''Ritual tutup tandur ini merupakan bentuk syukur para petani karena musim tanam tahun ini telah dimulai dan semua lahan sudah ditanami,'' kata Ketua Poktan Surya Sari, Paino.
Kegiatan syukuran tutup tandur ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan dari pemerintah desa, forkopimca, pendamping desa, perwakilan dinas pertanian, dan seluruh anggota poktan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi masyarakat Desa Kedungmaling.
Sekretaris Poktan Yudi Irawan mengungkapkan, program ini sekaligus sebagai bentuk dukungan atas program prioritas pemerintah, yaitu swasembada pangan yang tahun lalu telah dicapai. Petani, lanjut dia, sangat mendukung untuk mempertahankan prestasi tersebut dan ikut berusaha meningkatkan agar RI menjadi pengekspor beras.
"Kami mewakili anggota poktan mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Kedungmaling sudah melelang sawah kemakmuran kepada buruh tani, bukan kepada petani berdasi,'' ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungmaling Edy Prabowo menuturkan, sebagai bagian pemerintahan terendah, desa harus mendukung program pemerintah dengan semaksimal mungkin. Tidak hanya melalui jargon, tetapi kerja nyata melalui Kelompok Tani Surya Sari.
''Sebelum saya menjabat, Sawah Kemakmuran selalu disewakan kepada pihak luar, sehingga buruh tani tidak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bahkan, agar kesejahteraan mudah dicapai kami sewakan kepada buruh tani dengan harga sedikit di bawah harga pasar,'' ulasnya.
Melalui tradisi tahunan itu, Edy menyampaikan harapan agar hasil panen yang telah diperoleh dapat membawa berkah bagi seluruh masyarakat. Dia juga berharap agar tradisi syukuran tutup tandur ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkaya budaya masyarakat Desa Kedungmaling. "Semoga Allah SWT meridai ikhtiar dan mengabulkan doa para petani di Desa Kedungmaling,'' pungkasnya. (oce/ris)
Sumber Berita: radarmojokerto.jawapos.com
Posting Komentar untuk "Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Gelar Tradisi Tutup Tandur sebagai Bentuk Ungkapan Rasa Syukur"