Dalam upaya mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional berbasis desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjalin kolaborasi strategis dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menteri Desa Yandri Susanto menyatakan optimisme tinggi bahwa sinergi ini akan menjadi kunci sukses program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP).
Program KDMP merupakan bagian dari implementasi Asta Cita, khususnya butir keenam yang menekankan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dalam konteks ini, TNI berperan sebagai mitra strategis yang memiliki jangkauan, kedisiplinan, dan struktur komando yang kuat hingga ke pelosok desa.
Kolaborasi ini mencakup pendampingan teknis, penguatan infrastruktur pertanian, serta pengawasan distribusi dan penyimpanan hasil pangan. TNI juga dilibatkan dalam edukasi masyarakat desa mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Menteri Yandri menegaskan bahwa keberhasilan KDMP tidak hanya diukur dari output produksi, tetapi juga dari peningkatan kapasitas kelembagaan desa, seperti BUMDes dan Koperasi Merah Putih, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dalam hal ini, sinergi dengan TNI diharapkan mempercepat proses transformasi desa menjadi pusat produksi pangan yang mandiri dan tangguh.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan desa sebagai subjek utama pembangunan nasional. Dengan dukungan lintas sektor, termasuk dari TNI, KDMP ditargetkan menjadi model replikasi nasional dalam mewujudkan Desa Daulat Pangan 2030.
Bagaimana menurut Anda? Apakah kolaborasi lintas sektor seperti ini efektif untuk memperkuat ketahanan pangan desa? Tinggalkan komentar Anda di bawah.
Sumber berita didapat dari situs Kemendesa

Posting Komentar untuk "Mendes Optimis Kolaborasi Dengan Tni Sukseskan Kdmp"