Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, memperkuat akses air bersih bagi warganya dengan memperluas jaringan distribusi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Inisiatif ini menargetkan layanan merata ke beberapa dusun dengan skema pengelolaan lokal yang bertujuan meningkatkan ketersediaan air sekaligus memberi sumber pendapatan desa.
Model pelayanan dan cakupan
Sistem dimulai dari pengeboran sumber air di area sawah, lalu didistribusikan ke kampung-kampung melalui sumur weslik dan sambungan Pamsimas. Saat ini jaringan BUMDes melayani sekitar 400 warga, sekaligus menghasilkan pemasukan bulanan untuk BUMDes sekitar Rp 2 juta yang digunakan untuk pemeliharaan dan operasional.
Tantangan operasional
Musim kemarau menjadi tantangan utama karena debit sumber turun dan pasokan berkurang. Di beberapa lokasi, praktik penyedotan air menggunakan pompa mesin menyebabkan pasokan harus digilir, khususnya di Dusun Tempuran. Untuk mengatasi kekurangan sementara, warga terdampak menerima bantuan pasokan air dari berbagai pihak.
Dukungan darurat dan kebijakan lokal
BPBD Kabupaten Mojokerto turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih — sekitar 10.000 liter per hari — untuk meringankan warga yang mengalami krisis air saat musim kering. Pemerintah desa menekankan perlunya pengelolaan yang lebih terkoordinasi antara BUMDes, warga, dan lembaga penanggulangan bencana untuk menjaga kontinuitas layanan.
Rekomendasi singkat
- Memperkuat konservasi sumber air dan menambah sumur cadangan.
- Mengatur penggunaan pompa dan jadwal giliran agar distribusi lebih adil.
- Menambah investasi perawatan jaringan melalui dana BUMDes atau hibah.
- Meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk kesiapsiagaan musim kemarau.
Sumber berita: Radarmojokerto.com - Jaringan Air Bersih Bumdes

Posting Komentar untuk "Desa Simongagrok Perluas Jaringan Air Bersih, BUMDes Jadi Motor Pelayanan"